Zhonge zheng

2015/5/31 / Firis salsabilla / Zhonge zheng / Indonesia 印尼 / tidak ada

Zhonge zheng

Gerimis seakan tahu, hati ku tengah merindukan Indonesia. Aku sudah terbiasa dengan semua rasa ini melewati hitungan waktu demi waktu. Bukan mereka yang maukan semua ini, tapi ini keputusanku. Bukankah aku sudah bertekad melupakan semua yang telah lalu? bukankah aku sudah berdamai dengan masa lalu lantas untuk apa tangis ini hadir?. “Ris, Iris lu koq nangis sih? kenapa lagi? kangen gue ya? Perasa’an gue baru saja pergi beberapa jam yang lalu tapi koq lu cepet banget nyari gue sampai acara nangis segala. Ah, si rese Kimi lagi lagi memergoki gue lagi nangis. Emang tu anak ngga ada kerja’an lagi apa ya sampai orang lagi nangis di tanyain segala. Dia hanya tidak tahu kenapa gue selalu menangis ketika gerimis datang, ketika tangan ini menyentuh setiap tetes demi tetes gerimis dekat jendela kamar ku. Dia hanya tidak tahu betapa sakit nya ketika kenangan masa lalu itu masih dan setia menghantui ku. Apa’an si Mi rese banget gangguin orang mulu, gue lagi kangen sama bunda tahu makanya nangis. Ah ngeles mulu kalau di tanya kenapa lu nangis, apa susah nya sih Ris lu berbagi cerita dengan gue? Kita kan udah janji susah senang kita tanggung bersama, masa lu pendam sendiri sih masalah lu. Ngga asik lu, bukan nya gue kepo atau terlalu ikut campur urusan pribadi lu tapi gue ngrasa sedih tiap kali gerimis datang pasti lu nangis. Sorry Mi, gue hanya belum siap untuk berbagi cerita dengan lu, Makasih banyak udah peduli sama gue, gue baik-baik aja koq mi suerrr sambil menghapus sisa air mata dengan ujung jilbab ku. Kimi adalah teman pertama ku sa’at aku pertama datang ke Taiwan, teman satu kamar dan satu pabrik tempat ku bekerja. Ya, aku sekarang bekerja di negeri Formosa. Ternyata putus asa mampu membawa langkah ku kesini. Ternyata rasa sakit ini mampu merubah ku menjadi Iris yang pemberani. Setahun berlalu dan aku seperti katak dalam tempurung. Pagi sampai sore aku habiskan waktu ku untuk bekerja bahkan terkadang sampai larut malam, jika akhir minggu datang aku hanya menghabiskan waktu libur ku dengan Kimi sahabat ku di kosan. Biarkan saja rutinitas itu terus monoton seperti itu, aku bahagia karena dengan begitu setidak nya aku bisa menjeda kesedihan ku. Aku bahkan bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena dia membiarkan ku menghirup dan menikmati indah nya Zhonge zheng untuk beberapa kurun waktu ini walaupun terkadang tangis itu hadir begitu saja tanpa ku pinta.

1 komentar:

  1. ASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB.
    ALHAMDULILLAH..!!
    saya bersyukur kpd Allah SWT.
    atas keberhasilan PENARIKAN UANG
    GHAIB.setelah melalui proses panjang &
    sangat sangat beresiko,dgn izin Allah
    alhamdulillah uang ghaib akhirnya berhsil
    kami keluarkan dgn jumlah yg luar biasa.
    UANG GHAIB INI PENAWARAN TERBARU DARI KAMI.
    setelah uang balik (UB) sudah terbukti keberhasilanya,
    dan sehubungan banyaknya orang yang menginginkan hal ini
    ( UANG GHAIB ), kami sanggup memproses penarikan UANG GHAIB,
    dngan catatan:
    1.masalah utang piutang (JUMLAH BESAR)
    2.tidak untuk memperkaya diri
    3.sanggup menyiapkan satu ekor sapi jantan,(sebagai pengganti tumbal)
    --------------------------------------------------
    bagi anda yang BENAR-BENAR SERIUS dalam hal ini.....
    silahkan menghubungi PAK SUGENG di NO TPL 082-315-999=679
    ATAU KLIK

    http://www.pesugihan47.com/



    BalasHapus

Please enter your email address :